Minggu, 26 Juni 2016
ptg
tangan lengket kasar warna hitam menempel sangat pliket bau yang sangat keras menyengat hidung panas di pernafasan kimia membedah seisi hidung, malam yang hangat dengan lagu dari radio yang tak pernah ku dengar sebelumnya menemaniku dalam prose pencetakan patung yang berfigur widji tukul. awal semester 4 studio patung 2 yang masih bergelut dengan modeling yang sering ku sebut dengan proses kanibalisme karena proses yang terlalu ribet mulai dari membentuk master trus di hancurkan berubah dalam bentuk cetakan setelah itu di cor cetakannya di hancurkan karena untuk bertahan utuh cetakannya sangat rentang untuk hancur. material yang mahal, tenaga yang ekstra dan teknis yang panjang kadang cukup membuat ku tak sabar, aku belum bisa untuk bermain halus .
Sabtu, 25 Juni 2016
Santai Mulu ?
Penyesalan selalu datang di akhir,
aku selalu sepakat dengan kata itu banyak orang yang lebih tua dariku bercerita
tentang apa yang telah mereka lakukan dulu dan apa yang mereka dapat sekarang
tentunya tidak jauh dari usaha yang
telah mereka lakukan kemarin. Rata-rata apa yang mereka sesali pada waktu dulu
karena mereka tidak berbuat sesuatu atau terlalu santai akibatnya mereka tidak
menjadi apa yang mereka inginkan di keesokan harinya karena keinginan tidak sebanding dengan usahanya, tentunya menjadi
catatan penting bagi kita semua.
Santai mulu? Atau santai terus? arti
kata di sini adalah menanyakan apa sih yang kita lakukan saat santai? kok
santai terus? memang tidak ada kerjaan? ataukah lari dari kenyataan? pertanyaan
tersebut tentu menjadi sebuah kegelisahan yang sangat mengganggu. Banyak fakta
yang selalu saya dengar, lihat, dan kadang saya fikir’ orang yang menyatakan
bahwa hidupnya selalu monoton ‘gini-gini aja’ tapi yang membuat seperti itu
adalah dirinya sendiri padahal memaknai kata santai menjadi lebih positif
adalah mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang berguna dengan tidak ada
ketegangan atau santai? Bukan santai tanpa melakukan apa-apa secara terus
menerus tiada esensi yang positif, sehingga menjadi kebiasaan atau habit.
Aktivitas santai tentu tidak bisa
dipungkiri bahwa setiap orang melakukan itu dengan pemaknaan yang berbeda-beda,
menjadi diri sendiri memang baik tapi sejauh mana diri kita bisa bermanfaat
bagi sesama, itu yang lebih baik bukan menjadi diri sendiri untuk apatis
terhadap lingkungannya, bukankah seniman itu peka terhadap sekitarnya. Udara
yang sejuk selalu membuat kita tenang dan nyaman tapi sebenarnya itu salah satu
peringatan yang dilakukan alam supaya kita peka terhadap sekitar sebagaimana
kita merasakan udara yang sejuk itu.
Solo menjadi banyak pembicaraan
tentang aktivitas seni rupanya yang adem ayem tapi nampaknya memang benar. Segudang
persoalan yang ada dan begitu kompleks coba dipecahkan oleh beberapa komunitas ,
secara perlahan mulai terpetakan tapi saya pikir masih sedikit sekali pemikir
dan pelaku untuk membuat gerakan demi mencapai infrastruktur seni rupa yang
belum terbentuk dengan baik, tentunya menjadi PR bagi kita semua untuk yang
saat ini tinggal dan berkesenian di solo.
Pameran kali ini diikuti oleh 8 anak
muda yang tergabung dalam acara presentasi karya di ‘NongSants’(Nongkrong
Santai), lewat acara NongSants tersebut teman-teman masih membawa spirit santai
mereka dalam pameran kali ini, mereka mencoba mengevaluasi apa yang telah mereka lakukan dalam proses
mereka masing-masing dan membawanya dalam pameran kali ini karena mereka juga
menyadari bahwa santai tanpa melakukan apa-apa juga membuat mereka stagnan.
Fadil algofar dalam proses penciptaan
karyanya dia selalu membawakan konsep-konsep pribadi menjadikan dirinya sendiri
sebagai ide dalam karya-karyanya. ‘Hasrat’ judul karya berukuran 40x70 cm
menceritakan tentang keinginan yang banyak sekali ingin dia wujudkan tapi dalam
kenyataannya tak semudah membalikan tangan dan tak seindah seperti dalam
angan-angan pasti ada halngan rintangan yang harus dihadapinya perlu proses dan
waktu yang panjang untuk mewujudkan keinginannya. Saya pikir cukup menarik dia
menggunakan objek-objek sederhana dalam karyanya seperti tangan, gelas , mata ,
paku dan rantai yang dia ilustrasikan menjadi sebuah karya yang bisa mudah
dipahami oleh yang melihat karyanya.
M. Nursina membuat pengulangan-pengulangan
garis hingga membentuk sebuah objek vespa dan pengemudinya dengan membawa
nuansa yang romantis dia menjadikan karyanya hidup dan berirama, nursina adalah
seorang perantau dari padang yang menempuh pendidikan di solo . jarak rumah dan
kota perantauannya cukup jauh hingga dia kalau sekali pulang harus menghabiskan
banyak uang, oleh sebab itu dia jarang pulang seperti bang toyib yang di
rindukan orang rumah karena tak kunjung datang dengan latar belakang kerinduan
orang rumahnya dia menciptakan karya tersebut.
Nikmatnya kopi membuat orang lupa
waktu begitu kata shofi pemuda asal lamongan yang hobinya ngopi tak peduli jam
berapa? dan sedang apa? pasti kopi menjadi hal yang dia cari, lewat karya ini
dia mengungkapkan kesenangannya dengan membuat visual tengkorak sedang membawa
gelas yang berisi kopi yang segar, selama ini dia sedang inten menekuni bentuk
tengkorak, saya lihat banyak karyanya yang tidak meninggalkan visual tengkorak.
Manusia adalah srigala bagi manusia
lainnya, kejahatan nampak pada keserakahan, saling memcelakai demi keuntungan
pribadi adalah hal keji, vega mempunyai kegelisahan demikian’ melihat banyak
fenomena yang terjadi saat ini kekerasan merajalela diman-mana, bunuh membunuh
sudah menjadi hal biasa bagi manusia lantas apa bedanya kita dengan srigala?
Vega memvisualkannya dengan manusia berkelamin perempuan berkepala srigala,
perempuan memiliki sifat licik yang sulit untuk dibaca, itu berdasarkan
pengalaman dari vega.
Kejujuran nampaknya semakin susah
dicari dalam dewasa ini kadang kita harus membohongi diri sendiri demi suatu
hal yang memaksa diri untuk berbohong, beda dengan seorang bayi yang masih peka
dan dia mengungkapkan setiap hal tergantung apa yang dirasakan, lapar ya bilang
lapar, haus ya bilang haus , sakit ya bilang sakit biarpun pengungkapannya
dengan gerak-geriknya yang kadang ibu si bayipun tak paham tapi hal ini yang
membuat Lahir Setya salut terhadap sifat bayi yang murni dari rasa. Secara
visual lahir memang belum kuat karena dia adalah peserta pameran termuda dan
baru menempuh study di semester 2, tapi menurut saya mentallah yang saat ini
perlahan harus di bangun untuk teknik dan Visual saya pikir akan mengikuti
seiring berjalannya waktu.
Perkembangan dunia semakin cepat
persaingan semakin ketat adanya teknologi dan informasi yang mudah didapat
membuat manusia menjadi gampang menerima pengetahuan yang berlipat, mau tidak
mau kita dipaksa harus mengikutinya dan menghadapi dengan potensi yang
dimiliki kalaupun kita hanya berdiam
diri dan tidak melakuakan apa-apa maka kita akan tenggelam dalam arus globalisasi
dunia, nurina memiliiki kegelisahan demikian yang digambarkan dengan teknik
slickscren on canvas dengan karakternya yang lucu-lucu.
Merakit
kapal untuk mencapai tujuan, dalam hamparan samudra yang luas tersimpan banyak keindahan
yang harus di jelajahi’ kapal sebagai alat transportsi yang tepat untuk
digunakan dalam penjelajahan, supaya aman dan
nyaman kontruksi rakitan kapal harus kuat dan tepat. gilang mencoba
memahami bahwa ketika kita mempunyai tujuan besar maka kita harus mengatur
langkah dan usaha keras yang bisa dilakukan supaya tujuan itu bisa tercapai
sesuai dengan apa yang diharapkan, Suasana kerja keras nampak pada karya
gilang.
Rudy cobain
menuangkan pengetahuan-pengetahuan yang di dapat dari pesantren dulu dalam
karya ukir tekannya, nafsu merupakan musuh besar yang dimiliki manusia tapi
selalu ada cahaya yang bisa membuat kita sadar dengan perilaku kita, tinggal
bagaimana ketika kita sudah sadar dengan apa yang dilakukan apakah mau menjadi
lebih baik atau sama saja? tentunya pertanyaan itu menjadi renungan untuk kita.
Para tokoh pewayangan kurawa diambil rudy sebagai simbol nafsu jahat dan
seorang qolifah berkuda yang sedang melawannya.
Chairol imam
The Power Of Television
The Power Of Television
Si
ucil jatuh hingga masuk rumah sakit karena menirukan aksi ‘’saruto’’ melompat
dari pohon ke pohon.
Si
samson dan jinem mengatasi permasalahan rumah tangga dengan perceraian karena sering melihat berita gosip .
si
kenthung tak mau sekolah gara-gara tak
dibelikan motor oleh orang tuannya setelah dia hobby menonton Si Coy ‘anak
alasan’.
sedangkan
si bejo jadi ingin kuliah setelah menonton acara “kick anggy” yang menggugah
semangat yang menggebu.
Berita-berita diatas pernah saya dengar di TV dan di
obrolan sehari-hari, ada apa dengan acara Televisi yang kita tonton setiap hari,
begitu kuat sekali pengaruhnya terhadap setiap orang yang menonton hinga
membuat sebuah dampak positif hingga yang paling negatif, sudahkah dipertimbangkan penayangan acara-acara TV
tersebut dan sudah pulakah mereka yang membuat memikirkan untuk dampaknya di
masyarakat luas, tentunya pertanyaan ini ditanyakan kembali kepada yang
mengurus uji kelayakan dalam penayangan sebuah acara si TV dan juga pada
masyarakat luas termasuk kita semua yang menontonan TV.
Televisi menjadi penting sekali dalam sebuah dunia hiburan dan informasi karena begitu
beragam sekali acara-acara yang dipertontonkan dan banyak pula yang menonoton,
bagai sebuah perut yang akan selalu di beri makanan ketika lapar maupun tak
lapar’ karena tayangan TV selalu ada dalam jam saat manusia beraktivitas.
Televisi seperti memberi semacam asupan bagi otak-otak yang menonton dalam
wujud bentuk visual dan suara, hal demikian sangatlah kuat untuk menarik
perhatian pada yang menonton terlepas dari dampak yang didapat kelak.
Konon cerita ketika para saudara-saudara acin hery
datang untuk berkunjung kerumahnya, secara tidak langsung acin melihat fenomena
yang unik ketika ada salah satu acara di stasiun TV yang berbau India sedang
tayang. saudara-saudara acin sedang nonton bareng acara tersebut, mereka
seperti tersihir dan terhipnotis pada acara yang mereka tonton. acin
memperhatikan sorot mata saudara-saudaranya yang jarang berkedip alias melongo
terbawa masuk kedalam TV. sejak itu acin bertanya-tanya kenapa bisa seperti
itu? Bagaimana dampaknya ? Dia mencoba bertanya dan mendiskuskan kebeberapa
teman apa pendapat mereka dan pernakah mempunyai kegelisahan seperti ini,
akhirnya beberapa teman merespon maka munculah project tentang kekuatan Televisi
atau The power of Television yang dicetuskan atas diskusi bersama.
The power of Television adalah tema yang digarap
enam perupa muda yang cukup bervariatif gagasannya dan memiliki sudut pandang
yang berbeda mengenai TV, keenam orang tersebut memberikan sebuah
sentuhan-sentuhan pemetaan tentang apa yang di gelisahkan sehingga menjadi
sebuah bentuk karya yang cukup menarik untuk dikemas dan ditampilkan dengan
gaya khas masing-masing sehingga membuat kita untuk merenung kembali tentang
adanya TV ini.
Acin hery adalah pemuda naif yang dewasa cenderung
melihat sesuatu dengan gaya anak-anak tapi dia menyikapinya dengan penuh
penyikapan yang menurut saya terolah dengan cukup baik, mempertimbangkan apa
yang dia lihat seperti gambar-gambar khasnya yang terkesan seram dan naif tapi
ketika dia sudah membicarakan atau mempresentasikan terlihat sekali kedewasaan
karya-karyanya. Menurut acin Televisi adalah sebuah ajaran yang tersampaikan
secara perlahan sehingga si penonton secara tidak langsung mengamalkan apa yang
mereka tonton, dia cenderung mengkhawatirkan dampak TV terhadap anak-anak yang menurutnya masih belum
mempunyai semacam filter atau penyaring untuk mengolah dan menyaring tentang
tayangan di TV sehingga anak-anak masih menangkap secara mentah-mentah.
Dony fernando memandang televisi adalah suatu media yang dengan cepat bisa
mengubah pola berfikir yang kadang terkesan kurang pas dan kurang wajar
terbentuk dengan sendirinya, dony mencoba memetakan apa yang pernah dia rasakan
saat melihat TV melalui pengalamannya, dia mengaplikasikan kedalam bentuk karya
mural dan instalasi. ‘WA HAHAHA PENIRU’ teks yang ada dalam karya instalasinya tertulis dengan penuh satir di layar TV’nya
seakan-akan kita diingatkan kembali tentang apa yang kita tiru sudah benarkah
atau malah menjerumuskan? Kembali lagi pada diri kita masing-masing.
Tomy Non Sinkron merasakan bahwa TV
seolah-olah memperbudak dirinya, hadir disetiap waktu dan memberi sebuah energi
yang memaksa untuk dilihat, padahal ada
sesuatu yang lebih penting untuk dikerjakan tapi TV hadir memberikan tawaran
menggiurkan dengan hanya duduk atau tiduran sudah meberikan sesuatu yang
menghibur. dalam karyanya kali ini dia merepreseentasikan dengan hal-hal yang
berbau keramat sebagai simbol TV sebagai agama yang ke dua baginya seperti
layaknya hal yang tidak bisa ditinggalkan.
Aziz dan Borat pemuda yang berasal dari Jogja ini memiliki sudut pandang bahwa TV merupakan
object konsumerisme secara berlebihan sehingga membuat orang yang menonton
selalu kurang dan kurang, akibatnya mereka yang menonoton secara berlebihan
serta terbawa akan apatis terhadap yang sedang terjadi didunia nyata, yang penting
menonton dan menonton tanpa ada tujuan yang pasti selain hiburan. Mereka berdua
berkolaborasi membawakan karya perfomance art yang dirancang secara ciamik
dengan mengolah tubuh dan ruang sebagai representasi konsep sudut pandang
mereka.
Trio Muharam pria asal Bandung ini berargument bahwa Tv adalah sebuah repetisi
visual dan suara yang merasuk menjadi semacam doktrin di dalam diri setiap
orang yang menonton tanpa bisa masuk secara nyata dalam kejadian di TV. Trio
mencoba membuat semacam uoforia dalam ruang yang diolah dengan menggunakan unsur-unsur TV’ repetisi suara,gambar, dan
lampu mengunakan mekanik sederhana yang disususun secara menarik. ‘please
toouch! Is not Tv show’ teks dalam bagian karyanya ini mengajak kita untuk
bebas masuk dan menyentuh karya trio tapi tidak
bisa dilakukan di TV.
Apa yang mereka tampilkan tentunya tak lepas dari Proses
semi residence mereka selama 10 hari yang saya kira cukup keren, serasa jadi
saling melengkapi belajar mengobservasi, menulis, wawancara demi menunjang
konsep karya yang mereka buat tapi walau belum sempurna setidaknya mereka sudah
berani keluar dari titik nyaman yang biasa dilakukan dalam proses penciptaan
karyanya, karena menurut saya hasil akhir adalah bonus, proses lebih bisa dihargai
, dan saling mengevaluasi lah yang membentuk diri.
Marilah
membuat realitas kita menjadi lebih berharga dan menangkap hal positif dari dunia maya.
Chairol Imam
(Happines
house)
Kamis, 05 Mei 2016
nyamuk disore hari
di sore yang cukup petang pukul 16.49
banyak nyamuk yang sedang mencari mangsa
di kaki sungguh sangat terasa begitu kejamnya nyamuk mengisap darahku
di tangan sangat nampak jelas dia sedang menikmatinya
aku bingung ketika harus memilih dibunuh nyamuk atau membunuh nyamuk
ah sudahlah pasti yang ku bunuh nyamuknya karena kalu tidak aku yang terbunuh
dalam benAkku berfikir apakah itu dosa?
banyak nyamuk yang sedang mencari mangsa
di kaki sungguh sangat terasa begitu kejamnya nyamuk mengisap darahku
di tangan sangat nampak jelas dia sedang menikmatinya
aku bingung ketika harus memilih dibunuh nyamuk atau membunuh nyamuk
ah sudahlah pasti yang ku bunuh nyamuknya karena kalu tidak aku yang terbunuh
dalam benAkku berfikir apakah itu dosa?
Selasa, 03 Mei 2016
hasrat
Keinginan yang berusaha digapai
Jauh di dangkalnya laut ataukah jauh diatas langit
Di laut ada ikan, karang dan bintang
laut yang begitu indah
Di langit ada bulan, bintang dan
pelangi yang mempesona
Aku yakin dalam kehidupan tidak semua
orang mendapat itu
Tapi aku yakin juga semua orang bisa
mendapat itu
Tidak semua orang mendapat itu duit
karena memang sekarang terjadi
Yang beruntung bisa menjadi kaya
begitupun yang licik
Yang tidak beruntung dan tidak licik
pastilah menjadi biasa
Tapi aku yakin semua orang bisa
mendapat itu bersyukur, kebersamaan, harmonis dan sederhana cukup
Itu bagiku kebahagiaan yang lebih dari
langit dan laut
Senin, 02 Mei 2016
Pinta ku
Ditempatku sekolah sangat susah
biaya yang mahal
membuat orang tua ku semakin resah
aku hidup di lingkungan
yang awam basah
orang – orang di
sekitarku sangat tak mendukungku untuk pendidikan yang ter-asah
orang tua ku dulu tak
sekolah, kaka-ku juga harus terpaksa berhenti sekolah dan teman-teman ku juga
pada keluar sekolah
apa aku harus mengikuti
jejak mereka ?
lingkungan sudah tak
mendukung ku, apa aku harus menyerah
bagaimana dengan
orang-orang yang mengatur sekolah
kata guruku mereka baik
dan pintar
apa mereka tak tau
kondisiku sekarang
apa aku tak berhak
untuk bersekolah karena tak punya uang ?
bapak dan ibu yang
katanya baik dan pintar ku mohon bantu aku dan kawan-kawan
kami ingin tau indahnya
membaca buku , asiknya menulis dan pengetahuan yang beragam
kami ingin tau rasanya
punya gelar Sarjana , Master dan Profesor..
janganlah kau biarkan
kami Buta..
aku yakin jika kami
dapat sekolah pastilah aku akan membuat indonesia lebih berwarna
ini keinginan dan keluh
kesah ku semoga kalian dapat membantu aku punya pinta
Langganan:
Komentar (Atom)

