Selasa, 03 Februari 2015
jujur dalam pengkaryaan
apa bila salah mohon di arahkan.
karya yang jujur bukankah karya yang prosesnya dari hasil pemikiran dan pemaknaan yang murni. itu lah yang menjadi identitas diri yang mempunyai bentuk2 yang kadang rak cetho bagi sebagian orang yang berfikir rak cetho tapi itu murni dari hatinya dan tanpa keraguan untuk sebuah karya. tapi terkadang keadaan lingkungan yang membuat seseorang menjadi terpengaruh dengan lingkungan yang membuat orang itu membohongi dirinya sendiri.
contoh saya pernah mendapat sebuah cerita dari orang tua yang memiliki anak TK , waktu itu dia sedang menjemput anaknya di sekolahnya saat jam terakhir penilaian sebuah gambar yang perintahnya untuk memebuat sebuah gambar pemandangan alam, ada anak yang menilaikan sebuah gambar pemandangannya dengan penuh warna hitam ' gurunya kaget dengan gambaarn anak tersebut beliau bertanya ' ini knp warnanya hitam dan nggak beraturan semua nak?' anak itu menjawab ' ini warnanya hitam karena keadaan hutan yang habis kebakaran bu...' dan gurunya lngsung menilai gambaranya.
lha disini kita belajar dari anak tk yang masih mempunyai kejujuran dan idealis yang tinggii tapi mugnkin smakin ia dewasa dan beradaptasi dengan lingkungan membuat dia malu dengan hal yang seperti itu bahkan idealisnya pun berkurang .
bagaimana dengan kita?
Langganan:
Komentar (Atom)
